semoga.
sudah lama,
sejak harapan ini patah
tertatih-tatih meredam perih
sejak harapan ini patah
tertatih-tatih meredam perih
aku sedang berbaring di ujung tempat tidur
menatap jendela, berusaha mengundang bulan untuk ikut menghangatkan waktu
menatap jendela, berusaha mengundang bulan untuk ikut menghangatkan waktu
entah nyali darimana
mungkin rindu yang meneriaki aku
menyesapkan logika yang tak kunjung lupa
mungkin rindu yang meneriaki aku
menyesapkan logika yang tak kunjung lupa
aku tersudut di ujung matamu
tak ingin bangkit dari hangatnya pelukmu
aku cuma ingin dekat
dan menyayangimu dengan cara yang berbeda
tak ingin bangkit dari hangatnya pelukmu
aku cuma ingin dekat
dan menyayangimu dengan cara yang berbeda
tapi lagi-lagi
apa sebenarnya nyata benar benar ada diantara kita?
apa sebenarnya nyata benar benar ada diantara kita?
semoga tidak lagi di datangi kecewa
semoga tak lagi dibuat menerka
semoga, semoga semudah itu