semoga semudah itu.
"apakah masih ada kesempatan?"
meski tak kamu dengar
ribuan kali terucap dari mulutku
/1/
ternyata kesempatan itu memang harus di buat dengan tanganku sendiri
semoga semudah itu
semoga semudah itu
tapi mengapa tetap terasa berat?
/2/
hilangkan saja
lenyapkan saja
biar luruh dengan airmata
biar meledak dalam kembang api tahun baru
biar tenggelam bersama senja di carkawala
tidak mudah
kenyataan membawanya kembali
lagi dan lagi
lewat renyahnya tawa
lewat teduhnya tatap
lewat mentari pagi yang mengantar senyum hangat
/3/
aku mengalah pada rasa
yang membawa lega serta tawa
diamnya duka, pertanda apa?
ah ternyata sementara
datang juga air mata
pada malam yang terasa panjang
rindu ini terlalu menguasai
seandainya perihal ini bisa menjadi sederhana
sayangnya aku tetap tak biasa
padahal ini bukan yang pertama
/4/
sudah-sudah
jangan berlarut
percuma-percuma
takan ada yang berganti
hai
jadi bagaimana
apa cukup sampai sini?
June, 2019