puisi ini yang aku.


malam gelap gulita
kucari kamu dengan sebuah kain penutup mata
lalu kamu melempar sebuah kaca
suaranya merdu bergema
hanya saja tak jelas berasal darimana
aku berteriak tak terima

kucari kamu dengan sebuah musik di telinga
lalu kamu membisikan puisi cinta
yang bait-baitnya tak seirama
ditulis berulang hingga mati rasa
aku berteriak tak bisa

suatu waktu bukan kamu
pada waktu bukan juga kamu
saat waktu juga bukan kamu
kamu cuma pasrah diadu dan dibelenggu

puisi ini yang aku
dengan katanya yang mau menjamu
padahal bisanya hanya tersedu-sedu

puisi ini yang aku
teriakannya nyaring bertalu-talu
suaranya penuh rasa haru
tapi aku hanya menipu

saat ini pasti kamu
dengan sebuah lagu bernada sendu
meminta cukup pada jalan berliku
kamu cuma pura-pura layu
sambil menunggu aku biru

pada waktu pasti aku
menulis lagi pada buku yang sudah berdebu
dengan waktu yang seperti diburu
biar saja langit masih kelabu
toh kamu tak lagi mau menunggu