karena kamu bisa, dan aku tidak punya apa-apa.
Aku datang dari sebuah rumah kosong Katanya, dulu rumah itu pernah diisi dengan hangat Penuh tawa cita dan meja makan yang penuh Tapi tiba-tiba atapnya bocor Dindingnya dipenuhi jamur-jamur hitam Segala yang hidup perlahan diracuni, lalu mati.
Aku tidak serta merta pergi
Pernah kucoba perbaiki atapnya
Juga bersihkan jamur-jamurnya
Tapi semuanya sia-sia,
malah muncul bisik-bisik hantu di sela retakannya.
Kemudian, aku pergi dan takut untuk kembali
Aku menatap dari depan,
Bertanya-tanya apa yang harus kubawa untuk memperbaiki?
Mendengarkan apa yang akan membuatku kembali
Tapi dinding-dindingnya bisu dan tak mau menjawab
Datang dengan langkah yang ringan dan penuh tanya akan masa depan
Aku coba untuk ikut, dengan kaki yang terantai dan luka yang harus disembunyikan
Lama-lama langkahku ikut ringan.
Mungkin karena terbiasa, atau mungkin karena mati rasa.
Kehidupan membawaku ke ruang-ruang yang lebih terang,
Tapi teman-temanku harus pulang
Dengan berat hati harus kulepaskan berkali-kali
Kuisi hari-hariku dengan buku dan tulisan
Dengan dada yang berharap diisi dari sana-sini
Tetapi aku lupa, dadaku sudah berlobang karena jamur-jamur yang beracun
Tak apa kataku, tapi diam-diam aku kutuki
Kenapa kamu boleh, tapi aku tak bisa
Aku juga tahu jawabannya, karena kamu bisa, dan aku tidak punya apa-apa
Aku ada dan kamu kembali
Aku menengadah ketika kamu memberi
Sebanyak apapun yang kamu berikan, biar kuingatkan lagi bahwa dadaku sudah berlobang
Salahku juga, ingin terlalu banyak dari tanganmu yang sudah sibuk menadah terang dan aku bukan kosong yang wajib kau isi. 16.50 05/07/2025